Sistem Ekskresi Pada Manusia (Rangkuman & Ringkasan) Ekskresi Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO 2 (paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. Selain ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses lainnya seperti enzim dan hormon. Ginjal Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seper...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ORGANISASI KEHIDUPAN Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam Biologi adalah makhluk hidup dan kamhluk tak hidup. Makhluk hidup selalu erat kaitannya dengan lingkungan. Lingkungan tersebut terbagi menjadi lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup yang terbagi atas mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Lingkungan abiotik meliputi faktor kimia dan fisika yang penting bagi makhluk hidup, seperti air, temperatur, sinar matahari dan tanah. Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et al, 2006:4). 1. Organisasi ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ekosistem (2) : Satuan-satuan Ekosistem Saat belajar ekosistem sebenarnya kita belajar mengenal lingkungan sekitar kita. Kita dapat belajar mengenali apa saja komponen biotik dalam ekosistem maupun komponen abiotiknya, peran masing-masing komponen serta bagaimana interaksi diantara mereka. Asyiknya kita dapat mempelajari semua itu secara gratis karena Tuhan telah menyediakan semuanya untuk kita. Jadi, jangan sia-siakan ya! Hehe Jika kalian belum memahami komponen ekosistem silakan membacanya di sini . Nah, saat ini kalian akan saya ajak untuk belajar tentang satuan ekosistem. Sebelum menentukan apa saja satuan dalam ekosistem, perhatikan gambar berikut! Pada gambar ekosistem ladang tersebut, tentukan mahluk hidup apa saja yang ada di dalamnya serta jumlahnya. Yang cermat ya!! Jika kalian cermat, maka mahluk hidup dan jumlahnya dalam ekosistem tersebut adalah sebagai berikut : seekor ayam, dua ekor kupu-kupu, seekor elang, tiga pohon kelapa, dua ekor kupu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ekosistem (3) : Pola Interaksi dalam Ekosistem Dalam ekosistem terdapat interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya, serta antar mahluk hidup itu sendiri. Jika dalam sebuah ekosistem terdapat dua mahluk hidup yang berbeda jenis, misalnya seekor katak dengan seekor capung, maka yang terjadi adalah capung akan dimangsa oleh katak karena capung merupakan makanan bagi katak. Seperti kita ketahui dalam ekosistem tidak hanya terdapat dua jenis mahluk hidup yang berbeda, tetapi ada berbagai jenis mahluk hidup yang menempati sebuah ekosistem. Dengan demikian tentunya akan terdapat beberapa pola interaksi diantara mereka. Nah, bagaimana interaksi diantara mereka ya? Adakah interaksi yang saling menguntungkan diantara mereka? Lebih lengkapnya kita pelajari bersama yuk!! Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ekosistem (1) : Belajar Mengenal Lingkungan Hidup Kita foto : Sigid Hariadi Indri sedang termangu di depan kolam ikan saat melihat seekor katak menjulurkan lidahnya dan secepat kilat memasukkannya ke dalam mulutnya bersama seekor belalang kecil yang tidak sempat menghindar dari lidah katak. Indri sempat berfikir, wah… katak itu jahat sekali ya?? Kasihan si belalang. Tapi seandainya belalang-belalang itu tidak dimakan katak, mungkin daun tanaman di kolam juga akan habis dimakan oleh si belalang, kalau tanaman di sekitar kolam sudah habis, belalang-belalang itu pasti akan mencari tanaman lain di luar kolam ikan dan mungkin tanaman bunga di taman depan rumah Indri akan habis dimakan pula. Aduh.. Indri jadi bingung… Sebenarnya yang dilihat Indri di kolam ikan merupakan kejadian alamiah dalam sebuah ekosistem. Di dalam sebuah ekosistem terjadi interaksi antar mahluk hidup dan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Apakah ekosistem itu? Bagaimana hubungan antar kompo...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ekosistem (4) : Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan Dalam ekosistem hanya tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan air, karbondioksida, klorofil dan cahaya matahari. Bagaimana dengan mahluk hidup lain? Mahluk hidup lain memperoleh makanan dengan melalui proses interaksi dengan mahluk hidup lain melalui pola-pola interaksi tertentu seperti yang telah dijelaskan pada materi sebelumnya. Untuk mengingat kembali pola interaksi dalam ekosistem bisa dilihat di sini . Hal ini disebabkan karena mahluk hidup sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup tanpa peran mahluk hidup lain. Salah satu bentuk interaksi antar mahluk hidup tersebut adalah proses makan dan dimakan yang jika disusun secara berurutan akan membentuk suatu rantai makanan. Nah, kali ini kita akan belajar mengenai rantai makanan, jaring-jaring makanan. a. Rantai Makanan Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makh...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mengenal Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata) Setelah kemarin kita belajar mengenal hewan yang tak bertulang belakang (avertebrata) dengan berbagai jenis mahluk hidup yang termasuk di dalamnya, sekarang saya akan mengenalkan pada kalian hewan yang bertulang belakang (vertebrata). Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka. Memiliki tali saraf ...